-->

Perkembangan dan Dampak Game Online di Indonesia

Perkembangan teknologi komunikasi tidak hanya berkutat pada daerah nyata atau realita saja, tetapi juga
menjangkau dunia virtual atau maya. Di Indonesia dewasa ini, terlihat beberapa anak berusia sekitar 7-15 tahun duduk
berjajar di depan komputer di suatu ruangan ber-AC dengan tempat duduk yang sangat nyaman.
Sesekali mereka berteriak senang, kaget, ataupun nada teriakan kecewa. Mereka sangat menikmati apa yang disajikan
oleh komputer tersebut. Sebenarnya apa yang mereka teriakkan?
Bukannya jika seseorang yang browsing di internet, tidak perlu sampai berteriak apalagi mengumpat tidak jelas.
Yach...karena mereka memang tidak sedang berhadapan dengan komputer untuk melakukan browsing.
Tetapi mereka sedang bermain game-online dengan tidak hanya beberapa orang yang notabene orang-orang
disekitarnya, tetapi bisa saja mereka bermain dengan orang di belahan bumi lainnya.
Sebenarnya hal ini tidak hanya terjadi pada anak-anak saja, tetapi juga ada sebagian orang dewasa yang bermain
Game-Online. So apakah Game Online tersebut? Sehingga banyak orang yang kecanduan terhadapnya??
Game Online merupakan suatu fenomena yang mampu mengalahkan keberadaan situs-situs popular bertema jaringan
sosial seperti Friendster, Multiply, MySpace, serta keberadaan video online seperti yang diusung oleh YouTube!
Paling tidak, begitulah kenyataan yang dikemukakan Parks Association dalam risetnya berjudul “The Casual
Gaming Market Update”. Penelitian tersebut menemukan bahwa dua pertiga pengguna internet dewasa di
Amerika Serikat selalu bermain game online. Sedangkan 29 persen dan 19 persen masing-masing mengaku rutin
menonton video online dan mengunjungi situs jaringan sosial.(www.sby.dnet.net.id/posts/game-online-lifestyle-baru-di-
dunia-maya178.php )
pada awalnya, yang lebih dulu dikenal adalah Game Jaringan dimana dalam hal ini beberapa Personal Computer
dihubungkan satu sama lain dan kita pun dapat mulai bermain Game sepuasnya. Pada Game Jaringan, permainan
yang sering dimainkan kala itu adalah Counter Strike. Game jaringan cukup membuat beberapa anak bahkan orang
dewasa betah duduk berjam-jam di Game Center untuk mendapatkan suatu kepuasan batin.
Hanya seiring dengan semakin berkembangnya teknologi game, maka game jaringan pun mulai tersingkir dengan
keberadaan game jaringan. Pada dasarnya, antara game jaringan dengan game online hampir sama yaitu bermain
game dengan menggunakan PC sebagai medianya da bermain dengan beberapa orang. Yang membedakan adalah,
dengan game onlin, kita tidak saja dapat bermain dengan orang yang ada di sebelah kita tetapi juga dapat bermain
dengan beberapa orang di lokasi lain, bahkan hingga orang di belahan bumi lain.
Sekarang ini banyak sekali game online yang menyediakan fitur ’komunitas online’, sehingga menjadikan
game online sebagai aktivitas sosial. Game-game semacam ini biasanya lebih diminati daripada single player games
karea dirasa lebih memiliki tantangan serta kepuasan batin dapat mengalahkan orang lain. Game jenis ini disebut
Massively Multiplayer Online Games (MMOG). MMOG memungkinkan ratusan bahkan ribuan pemain untuk bermain di
waktu yang bersamaan (dengan media internet). Beberapa jenis MMOG, antara lain : MMORPG (Massively Multiplayer
Online Role Playing Game) : Ragnarok, Seal, MMORTS (Massively Multiplayer Online Real Time Strategy) : WarCraft,
DotA, MMOFPS (Massively Multiplayer Online First Person Shooter) : CounterStrike.
Salah satu efek dari maraknya perkembangan game online adalah terciptanya komunitas-komunitas game yang
memfasilitasi para gamer untuk menuangkan segala pengalaman mereka seputar bermain game tersebut. Tak hanya
itu, komunitas-komunitas tersebut kemudian dijadikan ajang komunikasi multikultural yang dapat menjelma menjadi
gaya hidup dan penyambung tali silaturahmi antar sesama manusia.
Sehingga game online pun dapat berubah menjadi suatu jaringan sosial untuk para gamers yang dapat mengalahkan
beberapa situs popular lainnya seperti yang saya ungkapkan diatas. Tetapi perkembangan game online bukannya tanpa
dampak negatif yang membayangi. dari game online yang telah menjelma sebagai gaya hidup adalah pemanfaatan
waktu bermain yang berlebihan.
Rasanya kita semua tahu bahwa segala sesuatu yang berlebihan tidaklah menguntungkan. Perkembangan Game
Online yang sangat pesat dan menjamur di beberpa kota, baik itu kota-kota besar maupun kecil, hingga beberapa
pelosok daerah membuat para gamers tersebut lebih mudah untuk menjangkau game online. Game pun mulai
dianggap sebagai sesuatu yang addict.
Dimana para gamers mampu duduk berlama-lama demi game dan bertahan disana tanpa menginginkan suatu
gangguan yang mampu memecah konsentrasinya dalam bermain Game Online tersebut. Sehingga beberapa kasus
tercatat, terdapat beberapa gamers yang addicted dengan game online ini menghabiskan waktu sia-sia demi game
tersebut dan bersedia untuk tidak mandi, makan, apalagi untuk bekerja serta melaksanakan tugas yang merupakan
kewajibannya.
Yang ada di otak para game's addict tersebut hanyalah main, main, dan main. Serta bagaimana mendapatkan suatu
strategi untuk menang. Oleh karena itu, sebagian orang tua pun mulai resah jika anaknya mulai mengetahui tentang
game online. Walau memang masih ada dampak positif yang dapat diambil dari permainan game online, seperti
mengajarkan anak untuk bermain strategi.
Hanya saja belajar dari beberapa kasus yang ada, sebaiknya terdapat pengawasan dari orang tua agar anaknya tidak
terlalu kecanduan dengan game online dan dapat membagi waktunya dengan belajar.

NIM : 10107504 

1 comment

  1. sundala laso sombong fuckyou