-->

Hikmah angka nol di hadapan Yang Satu

Teringat dengan apa yang disampaikan oleh pak Hendi, seorang motivator yang sempat menjadi narasumber di acara mentoring kampus. "Kita ini hidup di dunia digital, dimana hanya ada angka satu dan nol!", kalian yang bergelut di dunia komputer pasti tahu kan? Semua data yang tampak di monitor, semua proses yang terjadi di CPU, semua proses dan hasil yang pada komputer itu pada dasarnya hanya ada terdiri dua angka, satu atau nol, true or false. Semua ini bukan kebetulan bukan? Semua sudah dirancang oleh Allah SWT sedemikian rupa.

Apa hikmah dibalik kedua angka ini? Kalian sudah bisa baca tulisan ini pastinya juga sudah bisa berhitung bukan? Setidaknya 1 dibagi 1 kalian tahu hasilnya adalah 1 bukan? Tuhan yang menjadi Rabb semesta alam, Allah SWT. Allah yang Maha Esa dan tiada ada sekutu baginya. Dan kita manusia ini yang tidak ada apa-apanya, tidak memiliki kekuasaan atau kemampuan tanpa ijinnya. Allah Maha Tinggi dan manuasia amatlah rendah.

1/0 = ∞

Allah Maha Esa lagi Maha Tinggi, manusia lemah dan rendah. Seperti perhitungan matematika di atas, jika manusia meng-nol-kan diri dihadapan Allah maka akan dihasilkan kekuatan yang luar biasa, kekuatan tak terbatas dari Allah. Ini semua bukan kebetulan, semua telah dirancang oleh Allah sedemikian rupa sebagai bukti kekuasaanya dan kebenaran Islam. Tak ada yang kebetulan di dunia ini, semua telah diatur termasuk perhitungan matematika di atas. Keberadaan kita di era digital ini pun sudah di atur oleh Allah. Manusia telah memasuki era digital, harusnya pula otaknya menjadi digital. Karena itu rendahkan diri dihadapan Allah Yang Maha Esa. Ini lah yang masih terngiang di antara sela-sela telingaku, perkataan pak Hendi waktu itu.

1/1 = 1

Sekarang coba lihat perhitungan matematika di atas. Apa jadinya jika manusia angkuh dan sombong dihadapan Allah. Lihat hasilnya, hanya akan ada angka satu. Manusia akan menjadi lemah dan tak berdaya, jiwanya akan rapuh. Nol-kan diri dihadapan yang satu maka kamu akan jadi tak terhingga.

Waktu itu aku sangat kagum, ternyata aku menemukan islam di matematika. Sekarang aku bertekad dan mencoba belajar lebih giat, semoga aku bisa menemukan islam di informatika.

"Jadilah nol dihadapan Yang Satu"

Comments