-->

aku lahir di glogok

Sebenernya aku bingung mau kalau nulis profile, apa yang mau di sebutkan? biasanya klo sudah gitu hasilnya ada hanya nama, alamat, dan nomor ktp. ups? emangnya mau buat SIM?

Karena gak bisa menuliskan seluruh profil salam satu halaman [baca:sekali tulis], tiba2 muncul ide. bikin postingan aja, profilnya di cicil satu2 dan dimasukan dalam kategori 'profile'. wah, aku emang jenius hehe [pernyataan yang 100 persen membuat pembaca mual, mau muntah atau setidaknya mau bernafas].

oke, posting pertama akan sedikit menceritakan bagaimana aku lahir, eh maap maksud saia keadaanku waktu lahir dan desa tempatku lahir.

Suatu siang yang panas, terik matahari yang menyengat membuat semua warga dusun glogok tidak ada satu pun yang keluar rumah. maklum, jarum jam menunjuk ke angka dua dimana matahari berada di derajat 20 ke arah barat [yang ini asli ngarang]. sebuah rumah tampak ramai, ada beberapa orang yang lalu lalang di dalamnya. ada yang menunggu, ada yang mondar mandir, ada yang di luar sambil ngobrol dan ada juga internetan [yang terakhir ini gak mungkin deh]. tiba2 semua orang di rumah itu meninggalkan kegiatannya, tampak mereka bergegas masuk ke rumah seolah ada sesuatu yang penting yang tengah terjadi.

"oweeek.." suara seekor bay .. eh, seorang anak manusia yang jika terdengar dari desa sebelah akan seperti suara "embeeek". tangisan anak bayi ini semakin mengeras diseru dengan suara tawa di sekelilingnya. bayi ini terus mengerang dan terus menangis seolah tahu akan hakekat sebenarnya tentang dunia. makhluk mungil yang tangisannya sangat keras inilah yang suatu kelak akan diberi nama "Muhammad Farihul Ibad".

Lahir di desa kecil pinggiran sungai bengawan solo tapi tidak jago berenang. di dusun kecil yang bernama "glogok". rumahnya ada di ujung desa ini, dekat dengan perbatasan desa lain. di sekitar rumahnya tidak ada anak lelaki yang sepantaran. dua anak lelaki yang lebih tua tiga tahun, dan satu anak lelaki yang lebih muda 3 tahun. yang sepantaran dengannya hanya ada dua anak perempuan. beberapa kali ia dilarang kakaknya agar tidak sering main2 dengan anak perempuan ke tetangga depan rumah, agar klo besar tidak ke-bencong2-an, tapi kadang juga anak itu membantah, itu tidak akan terjadi. bagaimana mungkin seorang anak kecil bisa tahan melihat anak2 lain main di depan rumahnya. kakaknya yang paling muda saja, jarak usianya lima tahun. tidak cocok untuk bermain karena levelnya yang bereda. tapi itu bukan masalah, ibunya yg baik mengijinkannya dan tentunya dengan aturan tertentu.

kalian tahu, kenapa dusunku dinamakan dusun glogok. setiap nama pasti ada sejarahnya, dusunku juga tak luput dengan itu. suatu hari ada seorang maling. entah, seingatku sih maling dari desa karangwung (karang ungu). maling itu lari, melewati dari pepasiran yang jadi bakal desa sumberwudi (sumber pasir), karena capek dia beristirahat di suatu tempat dan meneguk air, "gluguk gluguk" bunyi air melewati tenggorokan. karena itu tempat itu akhirnya bernama desa glogok. nama desa lainnya juga, ada karanggeneng, mugnkin di sana ada karang yang tergenang air hingga dinamai seperti itu. lalu desa mertani, spertinya karena di sini pusatnya sawah dan tani kali ya? hehe. telepas dari benar tao tidaknya, aku cukup menikmati kisah2 di desaku. ini inventaris yang berharga. jadi gak boleh ilang meskipun cerita ini terkesan dibuat2.

bicara tentang nama, aku juga nanti akan tulis tentang namaku sendiri. perjalannya bersamaku yang hampir2 ia diganti dengan nama yang baru. yah, lain kali akan kutulis. di saat kesempatan itu ada.

1 comment

  1. oh ini ya blog barunya. :p