-->

pohon itu akan rindang

ini kisah sebuah benih yang nantinya akan jadi sebuah pohon rindang. benih itu ditanam, diberi pupuk dan disiram hingga akhirnya tumbuhlah kuncup kecil kehidupan. ia diletakan disebuah pot kecil yang terukir indah, seperti sebuah tulisan tapi tak bisa dibaca dengan jelas.

benih itu tumbuh menjadi tanaman kecil. dua helai daun telah tumbuh menandakan ia telah siap menerima cahaya luar untuk membantunya berkembang. dia berada di sebuah rumah kecil dengan jendela kecil yang menginjinkan cahaya tak langsung masuk. sinar yang indah dan tunas itu pun tumbuh, terus tumbuh sampai ia siap menerima cahaya luar.

sudah waktunya ia keluar dan pohon kecil itu di bawa ke sebuah lokasi rindang. sinar-sinar matahari langsung menyelinap di antara pohon-pohon besar yang rindah, indah dan sangat indah. pohon kecil itu di tanam di tanah langsung, akarnya menyentuh bumi menyerap sari-sarinya secara langsung. meskipun begitu pohon kecil itu tidak ditinggal begitu saja. ada kayu kecil penyangga yang menjaganya agar tetap tegak. siang hari yang indah, pohon kecil itu tersenyum.

waktu berlalu cukup lama, penyangga kayu sudah tak ada lagi. batang pohon kecil itu terlihat lebih besar tapi daunya tak selebat dulu. beberapa daun kering jatuh, terlihat bekas-bekasnya di atas gundukan tanah warna coklat. apa yang sebenarnya terjadi? siang hari yang indah tapi tidak untuk malamnya. pada malam hari angin bertiup kencang, pohon kecil itu masih bisa bertahan. hujan deras datang dan air mengalir sangat deras tapi pohon kecil itu tetap masih menegakkan batangnya. suatu hari hujan dan angin datang bersama-sama, sebuah badai. pohon itu memegang erat bumi tempatnya berpijak dengan akar-akarnya yang kecil. dengan sekuat tenaganya ia menancapkan diri agar tidak hanyut tapi akarnya tetap lah kecil. pohon kecil itu jatuh, ia terseret arus yang sangat deras. batang kecilnya terombang ambing tanpa tujuan. tiba-tiba sesuatu yang besar menabraknya dan ia tak sadarkan diri.

pagi hari datang, silau mentari membangunkan si batang kecil. ia terbalut sebuat benda, entah apa itu, tapi itu membuatnya bisa tegak. kemudian ia di bawa ke sebuah tempat. tempat seperti rumah besar terbuat dari kaca dengan banyak jendela yang menyalurkan sinar matahari.

pohon kecil itu ditanam bukan lagi di pot seperti rumah sebelumnya. dia di tanam di tanah yang gembur. tanah yang subur berwarna coklat tua. pohon kecil itu bisa merakan akar-akarnya menancap bumi. ia menyadari sesuatu untuk bisa tumbuh ke atas ia harus tumbuh ke bawah. ia belajar bagaimana cara menancapkan akar-akarnya agar semakin masuk ke dalam bumi.

pohon kecil itu tumbuh sekarang. batang pohonnya tidak lagi kecil seperti dulu. ia memiliki banyak cabang dengan daun-daun tumbuh lebat. sepertinya ia akan tumbuh jadi pohon rindang yang indah.

suatu hari datang beberapa orang yang membawa benda-benda berlogam lalu mencangkuli tanah tempat ia menancapkan akar. ia tau akan pergi kemana dan ia siap dengan itu. ia telah belajar bagaimana cara menegakkan batangnya.

ia tiba di suatu tempat, berbeda dengan sebelumnya. tidak terlihat banyak pohon bahkan jika bisa dihitung maka itu tak lebih dari jari manusia. ia di tanam di sana bersama pohon-pohon lain yang telah dewasa. ia mencoba menancapkan akarnya ke dalam bumi tapi bumi ini terasa sangat keras sekali. belum pernah ia menghadapi hal seperti ini. sinar matahari langsung sangat terang, beberapa gelembung air keluar dari tubuhnya.

dihadapkan dengan matahari yang sangat terang dan menyilaukan pohon dewasa itu hampir tidak akan bertahan. air-air dalam tubuhnya menguap, daun-daunnya mulai kering dan berguguran. ranting-rantingnya mulai terhilat kusam dan kering seakan angin kecil pun akan meruntuhkanya. kulit batang pohon itu terkelupas, pecah-pecah karena panas.

hingga suatu hari pohon dewasa itu menyadari hal penting yang dilupakanya selama ini. akar, ia lupa jikalau mau tumbuh ke atas dan tetap bertahan ia harus menguatkan akarnya. selama ini ia terlalu sibuk dengan pikiran-pikiran tentang sinar matahari yang silau dan panas sampai tidak menyadari hal yang sangat penting.

lalu ia dengan sisa tenaga yang dimiliki menancapkan akar-akar semakin ke dalam. akar-akarnya tumbuh ke bawah terus tumbuh meskipun dari atas pohon dewasa itu telihat sangat gersang. tak ada daun satu pun dan beberapa ranting bahkan ada yang gugur.

perjuanganya tak sia-sia, di suatu malam ia merasakan sesuatu yang dingin dari akarnya, air. pohon dewasa ini telah menemukan sumber kehidupanya. dia serap terus dan terus. satu helai daun telah tumbuh di ujung rantingnya. kali ini dia telah siap menghadapi silau dan panasnya matahari. ia tegakkan diri dan merentangkan ranting-ratingnya menyambut datangnya pagi.

7 comments

  1. mencintai alam sekitar ( hutan dan lingkungan) adalah suatu kewajiban bagi setiap makhluk

  2. bagaimana alam akan mencintai kita..?
    tentunya jika kita mencintai alam

  3. @jabon
    iya mas, tapi klo aku lebih suka bahasa melestarikan alam.. hehe,, v^^

    @cahsiji
    gak bisa dipungkiri klo kita emang hidup di alam..

  4. @farieh
    ok dech melestarikan alam lebih maknyusss kayaknya :-D

  5. @ farieh
    apa yang sedang difikirkan waktu nulis artikel ini, hehe mo tau ajach...

  6. sepohon kayu daunnya rimbun,rimbun buahnya juga daunnya,
    walaupun hidup seribu tahun,bila tak sembahyang apa gunanya

  7. @jabon
    pohon itu sebenarnya adalah aku

    @ardha
    lagu yang indah..