-->

Dari sisi gelap itu sangat terang

Aku benar-benar lupa kalau hari ini ada liqo (kumpul untuk mengkaji ilmu islam). sesaat setelah menelpon Deba tentang kabar liqo aku langsung melangkahkan kaki keluar menuju kampus. Kondisi yang masih cukup ramai ditambah skarang malam akhir pekan.

sampai di kampus aku cek handphone dan ternyata ada sms masuk. Rupanya sms dari Deba yang isinya murobbi tidak bisa hadir. Dengan earphone terpasang di telinga aku memutuskan untuk duduk² di teras kampus sambil mengistiratkan tubuh sambil berpikir tentang sesuatu.

merasa sudah saatnya untuk kembali aku pun berjalan pulang. Sambil memandang sekitar dengan iringan suara lewat earphone aku melangkahkan kaki pelan. Mataku memandang ke atas langit, kulihat sesuatu yang istimewa. Awan-awan putih terlihat bercahaya dengan latar langit yang hitam karena malam. Dihiasi beberapa kerlipan bintang yang tampak mengesankan.

Pandangku tetap tertuju pada awan-awan putih itu. Sedikit demi sedikit berjalan oleh kaki dan waktu awan itu tak tampak lagi. Bukan karena hilang atau tertutup bangunan. Cahaya lampu jalan dan sorot kendaraan menyapu habis pemandangan langit. Sekarang yang terlihat hanya gelap saja, tertutp silau neon yang berpijar diantara tiang2 jalan.

Di sini aku menyadari sesuatu, hal yang terlihat sepele tapi cukup untuk memberikan sedikit pelajaran. Ketika melewati barisan lampu, tertutup kemilau cahaya, aku tidak dapat melihat pantulan sinar dari awan dan kerlip redup bintang malam. Tapi tidak untuk sebaliknya, ketika aku ada di sisi gelap aku bisa melihat dengan mudah cahaya meski pun itu sangat redup sekali.

Seandainya diibaratkan cahaya adalah kemudahan dan gelap adalah kesusahan. Aku bisa mengerti, ketika kita memandang dari sisi gelap, dari sisi yang lebih sulit dan susah. Kita akan lebih dapat menikmati (baca:mensyukuri)  sisi terang meski itu hanya kerlipan-kerlipan kecil yang terkadang sangat tidak berarti bagi orang lain.

Seandainya semua orang bisa melihat dari sisi gelap, mungkin tidak akan ada orang yang saling sikut dan menjatuhkan. Untuk hal-hal yang sifatnya sementara (baca:dunia) kita berusaha melihat dari sisi yang tidak lebih baik. Tapi tidak untuk hal-hal yang kekal (baca:amalan dan perbuatan).

Semangat berlomba dalam kebaikan. go go go!

Comments