Mahasiswa copas

Seperti hari senin biasa, hari ini dosen kita bapak Eman Suherman mengajar matakuliah metodologi penelitian. Beliau orang yang selalu berusaha berdisiplin dan mengajarkan disiplin kepada para mahasiswa. Meskipun terkadang metode yang dipakai tabu untuk ukuran mahasiswa yang sangat tinggi tolersansinya terhdap kesalahan.

ada beberapa point yang kucatat dalam matakuliah itu pagi ini. Tentang membuat sebuah kata pengantar yang baik. Tolak ukur keberhasilan suatu presentasi dan beberapa hal lain yang sempat dicatat waktu itu.

Waktu itu bapak dosen menjelaskan tentang kata pengantar. Yang paling penting adalah kata pengantar bukanlah ungkapan terima kasih. di point selanjutkan beliau menjelaskan tidak masalah paragraf pertama adalah ungkapan terima kasih akan tetapi kata pengantar itu urain ringkas tentang apa yang akan dibahas. Kemudian beliau memberikan tambahan, usahakan setiap kata pengantar karya tulis harus selalu berbeda. Dalam hati, iya ya, seandainya kata pengantar adalah uraian tentang apa yang akan disampaikan makan tidak mungkin sama kata pengantar tulisan A dengan B.

Membandingkan teori dan kenyataan sungguh berbeda. aku tidak bicara tentang dosen ku tapi sedang membahas keadaan diri sendiri (baca:mahasiswa). Lihat saja kebanyakan mahasiswa2 bahkan kata pengantar pun copas (Copy and Paste).  Sungguh nista, haha, maap terlalu berlebihan mungkin.

Tapi terlepas apakah kata pengantar copas atau bahkan materi dan isinya, aku mengerti satu hal. Memahami materi yang akan disajikan, artinya jika kita membuat sendiri karya tulisan itu dengan usaha keringat dan darah. Kupikir bukan lah hal yang sulit untuk membuat sebuah kata pengantar karena kita telah mengusainya.

majulah mahasiwa, majulah Indonesia..!!

Comments