-->

Pujian oh pujian

Uas baru saja beres, besok masih ada dua tugas lagi yang haru dikerjain. Huftt, ngebut dah semaleman sepertinya. Hari ini ada kumpul temen-temen funco seperti biasa jam 4. Coba iseng-iseng cek lokasi di DKV unikom, eh ketemu rinaldi yang abis beres UAS. Ngobrol-ngobrol bentar lalu dilanjut dengan pulang. Di tengah perjalanan pulang, padahal masih juga belum keluar kampus unikom. Haha. Dikejutkan dengan kehadiran sesosok makhluk, hehe lebay. Dia temen funco juga. Ah ada renkun, namanya alfin. Liat disampingnya ada aip sama cewek yang kutahu namanya astri ternyata panggilannya ayu. Dia dulu pernah bantu-bantu pada kegiatan pameran komik funco jadi wajahnya sudah familiar.
    
Kita berbinncang-bincang, ngobrol kesana kemari bercanda-canda lalu tiba-tiba ayu bilang gini “ih lucu, ekspresi mukanya itu lucu, klo bisa dibawa pulang dibawa pulang da”. “what?” kataku dalam hati, aslinya kaget ada yang bilang kayak gitu. Tapi mencoba biasa aja dengan macem-macem ekspresi yang seolah tersipu malu dipuji-puji. Biar gak terlalu keliatan melayangnya gara pujian, haha.
  
Dipuji atau dihina, mau pilih mana? Lebih suka yang mana? secara fitrah manusia pasti pada suka dipuji dong. Tapi apa setiap yang disuka akan baik dampaknya? Belum tentu. Termasuk juga pujian. Woow, temanya sepertinya berbobot nih. Haha, ku  anggap ini sebagai latihan tahan dipuji, ya maksudnya kalau ada yg muji tulisan ku ini, haha. Sebenarnya ini hanya sekadar iseng dan mencoba mengambil pelajaran dari kejadian sehari hari. Hitung-hitung latihan menulis, kan mau jadi penulis nantinya.


Dampak positif pujian yang dirasakan pertama kali, bahagia. Pujian membuat orang senang, ada yang gak setuju dengan pernyataan ini atau dengan kata lain kalau dia dipuji maka hatinya akan kesal. Ya mungkn tergantung bagaimana memujinya, tapi ku anggap pujian di sini adalah pujian yang murni pujian dengan tanpa maksud menyindir atau lainya.
 
Apalagi manfaat dari sebuah pujian? Malu. Kurasa malu merupakan hal yang positif, tentunya jika tepat menempatkan rasa malunya. Jika hal-hal di pujikan tidak sesuai atau saat merasa pujian itu tidak pantas buat kita. Rasa malu bisa menjadi titik awal motivasi untuk berkembang dan benar-benar menjadikan apa yang orang pujikan ke kita itu nyata. Malu kalau saja kita tidak sesuai dengan apa yang orang katakan.
  
Pujian juga biasa dipakai untuk memotivasi seseorang. Ketika sebuah pekerjaan kurang memuaskan atau tidak sesuai target. Ketika seseorang gagal memenuhi tugasnya. Biasa pujian seperti ini diikuti dengan sebuah saran untuk lebih baik lagi, untuk lebih berkembang dan berusaha. Seorang pemimpin yang baik biasa melakukan ini.
Seperti pedang bermata dua, pujian juga tak luput dari hal-hal negatif. Pujian terkadang menjadi bumerang atau bisa menjadi senjata yang sangat tajam. Pujian akan membuat orang terlena dan bangga secara berlebihan yang ujungnya adalah perasaan sombong. Jika seseorang sudah ada kesombongan maka mata hati tertutup sebagian, dia akan susah melihat kebenaran. Mungkin terlalu berlebihan tapi setidaknya begitulah efek dramatisir dari sebuah pujian. Semoga kita menjadi orang yang rendah hati, bukan rendah diri lho ya?
  
Jadi gimana nih kalau lagi dipuji-puji? Biasanya kita akan terbawa dengan pujian, anginya bisa menerbangkan kita tinggi sekali, tapi hati-hati ketika kita terbawa terbang pujian, semakin tinggi maka semakin sakit ketika jatuh. Saran terbaik jangan terbawa oleh pujian, kita tahu semua yang terjadi atas ijin Allah SWT bukan? Tentu saja keberhasilan kita bukan sepenuhnya karena usaha kita. Ketika mendapat pujian maka kembalikan lagi pujian itu ke Yang Maha Terpuji. Katakan “alhamdulillah”, segala puji hanya milik Allah, “Rabbil ‘alamiin”, Rabb semesta alam.
  
Terlepas benar atau tidak pujian, sesuai atau tidak sesuai, pantas atau tidak pantas semua yang terjadi atas ijin Allah SWT.

Comments