-->

Rumus H:E:P:I=1

Pagi-pagi hari waktu yang tepat untuk jalan-jalan. Sebelum matahari terbit aku berjalan menyusuri setapak menuju taman monumen perjuangan. Banyak yang datang untuk olahraga siapa lagi kalo bukan ibu-ibu dan bapak-bapak. Lokasi ini banyak dikunjungi selain suasananya yang sejuk karena lumayan jauh dari jalan raya juga gratis.

Seusai jalan-jalan pagi aku bertengger di tangga, sedikit tiduran sambil menatap awan. Matahari tak begitu terang dibalik selimut putihnya. Kuambil lidi disamping tubuhku, kumain-mainkan sambil berpikir yang akhir-akhir ini skripsi sedikit terhambat. Permasalahanya adalah kedisiplinan sendiri, malas dan tidak semangat. Tiba-tiba lidi yang kupegang patah, terbelah dua. Satu bagian di tanganku dan bagian lain terjatuh di tangga. Lidi itu jatuh tepat bagian tengahnya di ujung tangga, bergoyang-goyang seakan hendak jatuh tapi kemudian terhenti. Seolah melayang lidi itu tak bergerak, seimbang.

Dalam hati aku berpikir, setiap kali ada masalah itu karena ketidak seimbangan. Hidup ini pun harus seimbang, apa yang terjadi ini karena akhir-akhir ini memang sedang tidak seimbang. Akhirnya aku merenungkan apa yang harus diseimbangan. Dan hasilnya sebuah rumusan matematika, H:E:P:I=1.


[Heart, Emotion, Physical, Intellectual]


H, berarti Heart, hati, nurani, jiwa, soul, spirit, ruh.
Dalam kecerdasan spritual emosional, jiwa menempati posisi paling dalam dalam tinggak kecerdasan manusia. Hati ini, jiwa, ruh. Sesuatu yang abstrak, yang tidak terlihat, yang ghaib. Konteks ini berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Ada yang menganggap emosi sama juga dengan jiwa/ruh. Tapi menurutku tidak, emosi itu dipengaruhi lingkungan sedang ruh tidak. Ruh dipengaruhi oleh diri kita sendiri, hati, dengan kata lain diri kita itu sendiri. Ketika marah, ada bagian dari kita yang berusaha mengontrol dan mengendalikan. Marah itu emosi sedang bagian lainya, itulah kita, jiwa, hati. Ada istilah "hati adalah raja", yup, benar.

Berpikir tentang kebutuhan ruhiah, berarti bicara tentang ibadah. Aku seorang muslim, jadi ibadah yang kutulis khusus muslim. Selain muslim kalian bisa lebih mempelajari ibadah yang diajrkan agama kalian masing-masing

- Ibadah yaumiah (harian). Sholat, shodaqoh, membaca quran.
- Ibadah mingguan. Sholat jumat. Puasa senin kamis.
- Ibadah bulanan. Puasa tengah bulan.
- Ibadah Tahunan. Sholat Id. Berkurban.
- Ibadah sekali seumur hidup. Ibadah haji.


Ini bukan yang sudah dilakukan, tapi yang direncanakan/ditargetkan untuk dilakukan. :)


E, emotion, emosi, rasa, perasaan, ekspresi. 
Emosi itu bagian dari otak kita, otak kanan. Pola kerjanya abstrak dan tidak teratur. Senang, tertawa, sedih, marah itu bagian dari ekspresi emosi. Kemudian aku berpikir, bagaimana dengan emosi, apa yang bisa dilakukan untuk mengenyangkan kebutuhan emosi. Ada beberapa hal yang aku dapat, diantaranya.
- Membantu, menolong, berbagi.
Mencoba merasakan yang orang lain rasakan. 
Mencoba memahami yang orang lain pahami.
- Menjalin silaturahmi. 
Hubungan dengan manusia, 
menjalin kasih dan sayang dengan 3S, senyum salam sapa. :)
- Bercanda.
- Melihat seuatu yang indah. 
Alam, lukisan, gambar, music dan gerakan.
- Dan banyak hal lain berkaitan dengan emosi dan kreatifitas. 
Melatih ketrampilan yang melibatkan emosi di dalamnya.


P, physical, fisik, tubuh, badan, raga.
Fisik itu hal yang terlihat dan yang bisa dirasakan langsung. Tubuh kita juga memiliki kebutuhan, tentunya agar sehat dan kuat. Ya tentunya dengan makanan yang sehat dan olahraga teratur.
- Pola makan dan makanan sesuai kebutuhan.
- Berbekan dan minum madu.
- Olahraga teratur, harian, bisa jalan kaki. Olahraga pekanan, lari-lari, batminton. Olahraga bulanan, renang atau futsal.


I, intellectual, kecerdasan, otak, logis, berpikir, otak kiri. 
Untuk melatihnya gunakan terus  otak ini untuk berpikir menyeselasikan suatu masalah. Untuk menyelesaikan masalah otak dipaksa untuk berpikir logis. 
- Membaca, baca apapun, baca alquran juga. 
- Menulis, salah satu hobi orang yang cerdas itu menulis. hehe :D
- Mencari-cari hal yang baru, berpikir. 




Dari empat poin itu semua kebutuhan harus terpenuhi secara seimbang. Dari sana bisa terwujud keselarasan hidup, ketenangan jiwa. Sedikit tentang hasil renungan, jika memang ada yang kurang tepat itu berarti kesalahanku. Jika ada hal yang benar, semua itu dariNya. 

Comments